Home Pengetahuan Bagaimana Cara Jantung Bekerja?

Bagaimana Cara Jantung Bekerja?

5
0
Bagaimana Cara Jantung Bekerja?
Bagaimana Cara Jantung Bekerja?

Jantung adalah organ yang terdiri dari otot berukuran sebesar kepalan tangan yang memompa darah ke seluruh tubuh. Sebenarnya terdapat dua buah pompa yang menyatu. Di bagian atas dari kedua sisi jantung terdapat ruang dengan dinding tipis yang disebut serambi (atrium) yang menerima darah yang kembali ke jantung lewat pembuluh balik (vena).

Setelah serambi terisi darah, dindingnya mengerut dan mendesak darah yang ada di dalamnya masuk ke dalam ruang yang lebih berotot, disebut bilik (ventricle). Pada gilirannya bilik mengerut dan mendesak darah dengan tekanan tinggi masuk ke dalam arteri dan menuju ke paru-paru atau bagian tubuh yang lain. Suatu sistem katup satu arah mencegah darah mengalir kembali ke arah jantung. Jantung sebelah kiri memompa darah ke paru-paru untuk mengikat oksigen.

Bagaimana Cara Jantung Bekerja?
Bagaimana Cara Jantung Bekerja?

Bagaimana Cara Jantung Bekerja?

Jantung adalah organ yang sangat penting dalam tubuh manusia, bertanggung jawab atas memompa darah ke seluruh tubuh. Proses kerja jantung melibatkan serangkaian langkah yang kompleks dan terkoordinasi dengan baik. Mari kita jelajahi lebih dalam tentang bagaimana jantung bekerja.

1. Pengisian Jantung

Proses kerja jantung dimulai dengan pengisian jantung oleh darah yang kaya oksigen dari paru-paru melalui vena pulmonalis ke atrium kiri dan darah yang kaya karbon dioksida dari tubuh melalui vena kava superior dan vena kava inferior ke atrium kanan.

2. Kontraksi Atrium

Setelah diisi dengan darah, atrium berkontraksi untuk mendorong darah ke dalam bilik jantung yang lebih besar, yaitu ventrikel. Kontraksi ini menghasilkan tekanan yang mendorong katup atrioventrikular (katup AV), seperti katup mitral dan katup trikuspidalis, untuk terbuka.

3. Pengosongan Ventrikel

Setelah diisi dengan darah, ventrikel berkontraksi kuat, memompa darah ke arteri utama tubuh: aorta dari ventrikel kiri dan arteri pulmonalis dari ventrikel kanan. Saat ventrikel berkontraksi, katup arteri (katup aorta dan katup pulmonal) terbuka, memungkinkan darah meninggalkan jantung.

4. Relaksasi Jantung

Setelah kontraksi, jantung beristirahat untuk sejenak sebelum siklus baru dimulai. Selama relaksasi, atrium dan ventrikel mengisi kembali dengan darah untuk siklus pompa selanjutnya.

5. Pengaturan oleh Sistem Saraf

Kerja jantung dikontrol oleh sistem saraf, terutama oleh nodus sinoatrial (SA) yang bertindak sebagai “pacemaker” alami jantung. Sinyal listrik yang dihasilkan oleh SA node merangsang kontraksi atrium, yang kemudian merangsang kontraksi ventrikel.

6. Pentingnya Ritme yang Teratur

Ritme yang teratur dalam kerja jantung sangat penting untuk menjaga aliran darah yang stabil ke seluruh tubuh. Gangguan ritme, seperti aritmia, dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah dengan efektif.

Catatan fakta

Electrocardiogram, atau ECG, mengukur sinyal listrik yang dihasilkannya saat berdenyut. Sinyal ini berubah ketika orangnya menderita kondisi kelainan tertentu yang mempengaruhi jantung. ECG diukur dengan melekatkan kabel di dada dekat jantung. Seorang dokter dapat mempelajari hasil berupa informasi yang tercetak.