Home Pengetahuan Bagaimana Cara Kita Merasa Lapar?

Bagaimana Cara Kita Merasa Lapar?

5
0
Bagaimana Cara Kita Merasa Lapar?
Bagaimana Cara Kita Merasa Lapar?

Ketika kita memerlukan makanan, tubuh kita mulai sangat mengharapkannya. Tetapi bagaimana kita mengetahui bahwa kita merasa โ€œlaparโ€? Bagaimana pikiran kita menerima pesan dan membuat kita merasa โ€œlaparโ€? Lapar tidak ada kaitan dengan lambung yang kosong, lapar dimulai ketika material zat makanan tertentu tidak ada dalam darah.

Ketika pembuluh darah kekurangan material ini, ada pesan yang dikirimkan ke bagian orak yang disebut pusat lapar. Pusat lapar ini bekerja seperti rem pada lambung dan usus. Sepanjang darah mempunyai makanan yang memadai, pusat lapar memperlambat aktivitas lambung dan usus.

Ketika makanan tidak ada dalam darah, pusat lapar membuat lambung dan usus menjadi lebih aktif. Itulah sebabnya orang yang lapar sering mendengan lambungnya berbunyi.

Bagaimana Cara Kita Merasa Lapar?
Bagaimana Cara Kita Merasa Lapar?

Bagaimana Cara Kita Merasa Lapar?

Sensasi lapar adalah pengalaman yang akrab bagi kita semua, tetapi apa sebenarnya yang membuat kita merasa lapar? Ini melibatkan berbagai faktor fisik, hormonal, dan psikologis yang bekerja bersama untuk mengatur nafsu makan kita. Mari kita telusuri lebih dalam tentang bagaimana kita merasa lapar.

1. Sinyal dari Lambung

Salah satu penyebab utama sensasi lapar adalah ketika lambung kita kosong atau kadar makanan di dalamnya menurun. Ketika lambung mulai kosong, otot-otot di dinding lambung berkontraksi dalam gerakan yang dikenal sebagai peristaltik, mengirim sinyal ke otak bahwa waktu untuk makan.

2. Hormon Lapar

Beberapa hormon, seperti ghrelin, juga memainkan peran penting dalam mengatur nafsu makan dan sensasi lapar. Ghrelin, yang diproduksi oleh lambung, meningkatkan nafsu makan dan memicu rasa lapar saat kadar glukosa darah rendah atau lambung kosong.

3. Penurunan Kadar Glukosa Darah

Ketika kadar glukosa darah turun, seperti setelah waktu yang lama tanpa makan, tubuh mulai merasa lapar. Glukosa adalah bahan bakar utama untuk otak dan tubuh, dan penurunan kadar glukosa darah dapat menyebabkan peningkatan rasa lapar sebagai sinyal untuk mengonsumsi makanan dan meningkatkan kadar glukosa kembali.

4. Kebiasaan dan Psikologi

Selain faktor fisik dan hormonal, kebiasaan dan faktor psikologis juga dapat memengaruhi sensasi lapar. Misalnya, pikiran tentang makanan atau situasi tertentu dapat memicu nafsu makan, meskipun tubuh sebenarnya tidak membutuhkan nutrisi tambahan.

5. Lingkungan dan Pengaruh Sosial

Lingkungan sekitar dan pengaruh sosial juga dapat memainkan peran dalam sensasi lapar. Bau makanan yang menggoda atau melihat orang lain makan dapat memicu nafsu makan, bahkan jika kita tidak benar-benar lapar.

6. Faktor Emosional

Stres, kecemasan, atau perubahan emosional lainnya juga dapat mempengaruhi nafsu makan dan membuat kita merasa lapar atau tidak lapar. Beberapa orang mungkin mengalami peningkatan nafsu makan sebagai respons terhadap emosi tertentu, sementara yang lain mungkin kehilangan selera makan.

 

Catatan fakta

Tidoid (gondok) adalah kelenjar besar berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di tenggorokan. Hormonnya mempercepat pelepasan energi dari makanan dan membantu mengendalikan metabolisme kita.