Home Pengetahuan Bagaimana Cara Sistem Kekebalan Tubuh Bekerja?

Bagaimana Cara Sistem Kekebalan Tubuh Bekerja?

8
0
Bagaimana Cara Sistem Kekebalan Tubuh Bekerja?
Bagaimana Cara Sistem Kekebalan Tubuh Bekerja?

Tidak seperti sistem tubuh yang lain, sistem kekebalan tubuh tersebar di seluruh tubuh. Pertahanan utama terhadap penyerang seperti bakteri dan virus adalah sel-sel darah putih yang disebut limfosit yang disimpan dalam sistem getah bening tubuh.

Sistem ini adalah suatu jaringan yang terdiri dari pembuluh berdinding tipis yang dijumpai di seluruh tubuh. Pembuluh ini berisi cairan seperti air yang disebut getah bening, yang dikumpulkan dari jaringan dan dikembalikan ke dalam darah.

Pada jarak tertentu sepanjang pembuluh getah bening terdapat tonjolan kecil yang disebut kelenjar limfa atau gertah bening. Limfosit disimpan dalam kelenjar getah bening ini. Limfosit dilepaskan secara bergelombang ketika tubuh terluka, atau ketika penyerang terdeteksi, dan limfosit mengerumuni bagian yang rusak untuk melindungi dan memperbaikinya.

Bagaimana Cara Sistem Kekebalan Tubuh Bekerja
Bagaimana Cara Sistem Kekebalan Tubuh Bekerja

Bagaimana Cara Sistem Kekebalan Tubuh Bekerja?

Sistem kekebalan tubuh adalah pertahanan alami tubuh terhadap patogen, bakteri, virus, dan benda asing lainnya yang dapat menyebabkan penyakit. Ini melibatkan jaringan, organ, dan sel-sel yang bekerja bersama untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit. Mari kita jelajahi lebih dalam tentang bagaimana sistem kekebalan tubuh bekerja.

1. Pengenalan Patogen

Saat patogen masuk ke dalam tubuh, seperti melalui udara yang kita hirup atau makanan yang kita konsumsi, sistem kekebalan tubuh mengenali mereka sebagai benda asing yang berpotensi berbahaya. Sel-sel sistem kekebalan, seperti sel dendritik dan makrofag, bertindak sebagai pengintai yang mengidentifikasi dan menangkap patogen.

2. Respon Imun Innate

Respon imun awal, yang disebut respon imun bawaan, terjadi segera setelah tubuh terpapar patogen. Sel-sel fagositik, seperti neutrofil dan makrofag, memakan dan menghancurkan patogen. Sel-sel ini juga melepaskan sitokin, yang merangsang respon imun yang lebih luas.

3. Respon Imun Adaptif

Respon imun adaptif terjadi pada saat yang bersamaan dengan respon imun bawaan dan berkembang seiring waktu. Ini melibatkan sel T dan sel B, yang memiliki kemampuan untuk mengenali dan menargetkan patogen spesifik. Sel T membantu menghancurkan sel-sel yang terinfeksi, sedangkan sel B menghasilkan antibodi untuk melawan patogen.

4. Pembentukan Memori Imun

Salah satu fitur penting dari sistem kekebalan tubuh adalah kemampuannya untuk membentuk memori imun. Setelah terpapar patogen tertentu, sel-sel kekebalan tubuh dapat mengingat patogen tersebut dan merespons dengan lebih cepat dan lebih efisien jika terpapar kembali di masa depan.

5. Organ Pusat Kekebalan

Beberapa organ berperan dalam sistem kekebalan tubuh, termasuk sumsum tulang tempat sel-sel darah putih diproduksi, limpa yang berfungsi sebagai tempat untuk membersihkan darah dari patogen dan sel-sel yang tidak normal, dan timus yang berperan dalam perkembangan sel T.

6. Peran Hormon dan Protein

Hormon, seperti interferon, dan protein, seperti antibodi, juga memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh. Mereka membantu dalam mengkoordinasikan respon imun dan melindungi tubuh dari infeksi.

Catatan fakta

Bayi yang baru lahir mendapat makanan dari air susu ibunya yang mengandung antibodi khusus, membantu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.