Home Pengetahuan Bagaimana Otot Kita Bekerja?

Bagaimana Otot Kita Bekerja?

5
0
Bagaimana Otot Kita Bekerja?
Bagaimana Otot Kita Bekerja?

Secara keseluruhan, terdapat 639 buah otot dalam tubuh manusia, masing-masing terdiri dari sekitar sepuluh juta sel otot. Masing-masing sel ini seperti sebuah motor  yang terdiri dari sepuluh silinder yang tersusun dalam satu deret. Silinder-silinder ini merupakan kotak-kotak kecil yang mengandung cairan dan ketika sebuah otot mengerut otak mengirimkan pesan pada kotak kecil ini.

Dalam waktu sepersekian detik, cairan dalam kotak kecil ini menjadi beku; kemudian materi itu menjadi cair lagi. Aksi inilah yang menyebabkan otot bergerak. Ketika ada otot yang dirangsang untuk bergerak, otot itu bereaksi dengan cepat—otot itu mungkin mengerut dalam waktu kurang dari sepersepuluh detik.

Tetapi sebelum otot mempunyai kesempatan untuk mengendur, ada pesan lain yang datang. Otot itu mengerut berulang-ulang. Seluruh kontraksi ini terjadi demikian cepat sehingga menyatu menjadi satu tindakan dengan hasil otot melakukan satu tindakan yang mulus dan berkelanjutan.

Bagaimana Otot Kita Bekerja?

Otot adalah bagian penting dari tubuh manusia yang memungkinkan kita untuk melakukan berbagai aktivitas fisik, dari yang sederhana seperti berjalan hingga yang kompleks seperti mengangkat beban. Proses kerja otot melibatkan serangkaian langkah yang kompleks dan koordinasi yang cermat. Mari kita telusuri lebih dalam tentang bagaimana otot bekerja.

1. Kontraksi Otot

Kontraksi otot adalah inti dari mekanisme kerja otot. Ini terjadi ketika serat otot, yang terdiri dari protein kontraktil yang disebut aktin dan myosin, berkontraksi atau menyusut. Proses ini diatur oleh sinyal listrik dari sistem saraf dan kalsium yang dilepaskan dari reservoar di dalam sel otot.

2. Penarikan Aktin dan Myosin

Selama kontraksi otot, protein myosin berinteraksi dengan aktin dalam serat otot, membentuk jembatan silang yang menghasilkan gerakan. Myosin bergerak melintasi filamen aktin, menariknya ke arah pusat dari sarkomer (unit kontraktil dalam serat otot), menyebabkan serat otot menyusut.

3. Pengaturan oleh Sistem Saraf

Kontraksi otot dikontrol oleh sistem saraf pusat, yang mencakup otak dan sumsum tulang belakang, serta sistem saraf tepi, yang mencakup saraf motorik yang mengirimkan sinyal ke otot. Ketika otot menerima sinyal dari sistem saraf, mereka merespons dengan berkontraksi atau meregang, menghasilkan gerakan yang diinginkan.

4. Jenis Kontraksi

Ada beberapa jenis kontraksi otot yang berbeda, termasuk kontraksi isometrik (di mana panjang otot tetap konstan), kontraksi isotonic (di mana panjang otot berubah), dan kontraksi eksentrik (di mana otot meregang saat menahan beban).

5. Peran Energi

Kontraksi otot memerlukan energi dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat). ATP dipecah oleh enzim khusus dalam otot, melepaskan energi yang diperlukan untuk proses kontraksi. Sel otot juga memiliki sistem penyimpanan energi tambahan dalam bentuk kreatin fosfat dan glikogen.

Pentingnya Istirahat dan Pemulihan

Setelah melakukan kontraksi yang berat, otot memerlukan waktu istirahat dan pemulihan untuk memperbaiki diri dan berkembang lebih kuat. Selama fase istirahat, tubuh memperbaiki kerusakan jaringan otot dan memperkuat serat otot untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan.

Catatan fakta

Ketika dua buah otot bekerja dengan saling berlawanan, keduanya selalu sedikit mengalami kontraksi. Ini disebut ketegangan otot. Orang aktif cenderung mempunyai ketegangan otot yang lebih baik.